PENGERTIAN ANTISEPTIK DAN CONTOHNYA


  • Pengertian antiseptik dan contohnya itu apa sih ?
  • Apa itu antiseptik ? Apa arti kata antiseptik ?
  • Apa yang dimaksud dengan antiseptik ?
  • Apa macam macam antiseptik ?

Pengertian Antiseptik


Pengertian Antiseptik Menurut Para Ahli

Arti antiseptik adalah :

Pengertian antiseptik adalah suatu bahan kimia yang bertujuan untuk membunuh kuman. Antiseptik digunakan pertama kali dalam operasi pada tahun 1867. Hal ini dikarenakan dahulu banyak orang meninggal setelah operasi gara-gara infeksi kuman. (Christ Oxlade dalam buku The Little Science Encyclopedia tahun 1997)

Definisi antiseptik adalah suatu zat atau bahan yang bisa melawan, mencegah ataupun membunuh kegiatan dan pertumbuhan jasad renik. (Drg. Rudi Hendro Putranto Msi dkk dalam buku Diagnosis Laboratorium Bakteriologi tahun 2014)


Setiap kali seseorang mengalami luka seperti luka lecet akibat terjatuh, luka tersayat pisau, ketika akan disuntik bagian tubuh tertentu, atau sebelum pembedahan, prosedur wajib yang harus dilakukan adalah membersihkan anggota tubuh tersebut dengan antiseptik.

Tidak hanya pada luka, anggota tubuh dari orang yang melakukan pembersihan dan pengobatan luka pun harus dibersihkan dengan antiseptik. Hal ini dilakukan untuk mencegah hidup dan berkembangnya berbagai mikroorganisme jahat pada bagian tubuh yang luka atau terbuka tersebut yang dapat menimbulkan infeksi dan memperparah luka.

Antiseptik dikenal juga dengan sebutan germisida. Secara umum pengertian antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk meminimalisir kemungkinan timbulnya infeksi, sepsis, atau pembusukan pada jaringan hidup seperti kulit. Antiseptik bekerja dengan cara membunuh, mencegah, memperlambat, dan menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme jahat lainnya. Senyawa kimia ini banyak digunakan untuk membersihkan luka pada tubuh bagian luar seperti kulit dan membran mukosa seperti bibir, alat kelamin, dan anus.

Beberapa contoh antiseptik seperti etakridin laktat atau rivanol, alkohol, yodium, hidrogen peroksida, dan lain sebagainya. Meskipun rivanol tidak sekuat antiseptik lainnya akan tetapi ia tidak menyebabkan iritasi pada jaringan sehingga lebih banyak dipilih dalam pembersihan luka. Akan tetapi untuk luka yang berpotensi besar mengalami infeksi sebaiknya menambahkan antiseptik lain setelah melakukan pembersihan dengan rivanol.

Salah satu contoh antiseptik yang sangat kuat adalah alkohol. Alkohol bekerja dengan cara menggumpalkan protein dalam sel mikroorganisme jahat tersebut. Ia dapat membunuh berbagai mikroorganisme seperti jamur, bakteri, virus, dan protozoa. Alkohol yang dicampur dengan yodium biasanya digunakan para dokter untuk mensterilkan kulit tubuh pasien sebelum dan sesudah memberikan suntikan atau untuk prosedur medis lainnya. Sebaiknya jangan menggunakan alkohol pada luka terbuka karena dapat menimbulkan rasa terbakar,

Yodium atau iodine adalah antiseptik dengan cakupan yang luas sehingga dapat membunuh berbagai jenis mikoorganisme jahat yang sulit diatasi. Akan tetapi tidak disarankan untuk penggunaan pada luka ringan karena dapat mendorong terbentuknya jaringan parut sehingga menyebabkan bekas luka di kulit dan memperlambat penyembuhan.

Sama seperti yodium, penggunaan hidrogen peroksida dapat menimbulkan bekas luka dan memperlambat penyembuhan sehingga sebaiknya digunakan dalam jumlah terbatas saja serta menggunakan air mengalir dan sabun. Meskipun demikian antiseptik ini sangat efektif membersihkan luka borok karena berbagai kuman yang biasanya terdapat pada borok dapat dibunuh oleh antiseptik jenis ini.

Beberapa contoh obat antiseptik yang banyak beredar di Indonesia yaitu betadine, albothyl, kemodin, alphadine, ichtiyol, minoscub, iosal, oxoferin, minosep, duvodine. Sedangkan contoh antiseptik alami yaitu propolis, minyak cengkeh, madu, kayu manis, minyak oregano, bunga rosella, daun kemangi, kunyit, jahe dsb.


Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian antiseptik beserta contohnya. Mudah-mudahan kalian bisa memahami definisi antiseptik dan contohnya secara umum ya ! Lihat juga definisi interaksi obat 🙂