PENGERTIAN EPISTEMOLOGI


  • Pengertian epistemologi dalam filsafat ilmu itu apa sih ?
  • Apa itu epistemologi ? Apa arti epistemologi?
  • Apa yang dimaksud dengan epistemologi ?
  • Apa pengertian epistemologi menurut beberapa ahli ?
  • Apa pengertian epistemologi islam ?

Pengertian Epistemologi


Pengertian Epistemologi Menurut Para Ahli

Arti Epistemologi adalah segala macam bentuk aktivitas dan pemikiran manusia yang selalu mempertanyakan dari mana asal muasal ilmu pengetahuan itu diperoleh. (Abdul Munir Mulkhan : 1993)

Definisi epistemologi adalah bagian ilmu filsafat yang secara khusus mempelajari dan menentukan arah dan kodrat pengetahuan. Pendek kata, arti episteminologi adalah cabang filsafat yang berurusan mengenai ruang lingkup serta hakikat pengetahuan. (Mujamil Qomar : 2006)

Pengertian epistemologi adalah suatu ilmu yang secara khusus mempelajari dan mempersoalkan secara dalam mengenai apa itu pengetahuan, dari mana pengetahuan itu diperoleh serta bagaimana cara memperolehnya. (Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair : 1990)

Pengertian epistemologi adalah cara serta arah berfikir manusia dalam menemukan dan memperoleh suatu ilmu pengetahuan dengan menggunakan kemampuan rasio (akal), indera serta intuisi. (Jujun S. Suria Sumantri)

Pengertian epistemologi Islam adalah serangkaian pertanyaan mengenai masalah kebenaran ilmu dan masalah sumber ilmu dan yang harus dijawab diantaranya :

  • apakah ilmu itu
  • dari mana asalnya
  • apa sumbernya
  • apa hakikatnya
  • apa kebenaran itu
  • bagaimana membangun ilmu yang tepat dan benar berlandaskan agama Islam
  • mungkinkah kita mencapai ilmu yang benar
  • apa yang dapat kita ketahui serta sampai di manakah batasannya.

Dalam filsafat Islam, epistemologi ini mengacu kepada epistemologi Bayani yang secara langsung berarti proses memahami teks sebagai pengetahuan hukum, serta secara tidak langsung berarti proses mengetahui teks sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat mentah sehingga diperlukan penalaran dan tafsir untuk memahaminya.


Bagi masyarakat awam ilmu filsafat merupakan bidang yang terkesan sangat rumit. Kebanyakan orang apalagi yang masih muda cenderung malas dan kurang tertarik mempelajarinya. Mengapa demikian? Karena dalam mempelajari filsafat kita diajak untuk berpikir lebih mendalam dan melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lebih luas.

Walaupun demikian, mempelajari filsafat itu sebenarnya sangat menarik karena kita diajak berpikir lebih mendalam dan tidak hanya menerima fakta begitu saja. Immanuel Kant, seorang filsuf dari Jerman, mengatakan bahwa filsafat merupakan pokok dan pangkal semua pengetahuan.

Ilmu filsafat memiliki kajian yang luas sehingga pembahasannya dibagi menjadi beberapa cabang diantaranya epistemologi, ontologi, dan aksiologi. Kali ini kita akan mencoba membahas mengenai epistemologi.

Istilah epistemologi berasal dari bahasa Yunani yang berarti teori tentang pengetahuan. Di dalam epistemologi kita akan mengkaji mengenai pengetahuan itu sendiri, diantaranya asal, batas, struktur, sifat, karakter, dan keabsahan pengetahuan serta kaitannya dengan kebenaran hakiki. Sehingga dapat dikatakan bahwa epistemologi memiliki objek kajian yang sangat luas. Dengan mempelajari epistemologi maka diharapkan kita dapat mencapai hakikat ilmu pengetahuan.

Dengan mempelajari epistemologi, kita dapat memiliki pemahaman yang jauh lebih mendalam mengenai suatu pengetahuan dibandingkan jika kita hanya menerima dan memahami fakta-fakta pengetahuan saja sehingga kita berpeluang besar untuk menemukan hal-hal atau teori baru.

Contoh epistemologi secara sederhana yaitu ketika mempelajari gaya gravitasi, kita tidak hanya mempelajari pengertian, rumus-rumus gravitasi, dan lain sebagainya. Kita juga akan mempelajari asal usul ditemukannya gaya gravitasi, sifat dan karakaternya, serta validitas gaya gravitasi dilihat dari bagaimana pengetahuan ini didapatkan.

Salah satu kajian Epistemologi adalah asal atau sumber pengetahuan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan diantaranya empirisme, rasionalisme, fenomenalisme, intusionisme, dan dialektis. Metode empirisme merupakan metode untuk mendapatkan pengetahuan melalui pengalaman yang dialami dan dirasakan manusia melalui panca indera.

Pada metode rasionalisme justru memandang bahwa pengetahuan didapatkan dari akal manusia. Pengalaman merupakan stimulus yang kemudian diolah dalam akal pikiran manusia untuk menjadi pengetahuan.

Kemudian metode fenomenalisme, sesuai namanya metode ini beranggapan bahwa pengetahuan didapatkan dari fenomena atau gejala yang ditemui dalam kehidupan. Sementara itu pada metode intusionisme berpendapat bahwa pengetahuan tidak hanya didapatkan dari pengalaman yang dirasakan panca indera saja tetapi juga dari intuisi yang dirasakan ketika mengalami suatu kejadian.

Dan terakhir metode dialektis yang berpendapat bahwa pengetahuan didapatkan dari tanya jawab atau diskusi yang berdasarkan logika.


Oke itulah penjelasan singkat mengenai pengertian epistemologi dalam filsafat serta definisi epistemologi menurut para ahli. Mudah-mudahan sobat bisa memahami pengertian epistemologi filsafat secara umum ya ! Lihat juga pengertian e-payroll 🙂