PENGERTIAN INKASO DAN CONTOHNYA


  • Pengertian inkaso dan contohnya itu apa sih ?
  • Apa itu inkaso dalam perbankan ?
  • Apa arti inkaso bank ?
  • Apa yang dimaksud dengan inkaso ?
  • Apa pengertian inkaso masuk dan inkaso keluar ?

Pengertian Inkaso


Pengertian Inkaso Menurut Para Ahli

Arti inkaso adalah :

Definisi inkaso adalah pemberian kuasa kepada bank oleh perorangan ataupun perusahaan untuk menagihkan atau memintakan akseptasi (persetujuan pembayaran) atau menyerahkan begitu saja kepada pihak tertarik atas surat berharga berbentuk rupiah maupun valas seperti wesel, cek, promissory notes dsb di tempat lain baik di dalam negeri ataupun luar negeri. (Dr. Thomas Suyatno dkk : 2007)

Pengertian inkaso adalah suatu jenis jasa yang diberikan oleh bank atas permintaan nasabah untuk melakukan penagihan pembayaran atas dokumen atau surat-surat berharga kepada pihak  ketiga di lokasi lain yaitu bisa cabang bank yang bersangkutan atau bahkan pada bank yang lain. (Lukman Dendawijaya : 2001)

Pengertian inkaso masuk adalah inkaso yang diterima oleh bank dari bank lain atau orang lain atas warkat surat berharga yang telah diterbitkan oleh nasabah sendiri. Dalam hal inkaso masuk ini, bank hanya memeriksa kecukupan dari nasabahnya yang telah menerbitkan warkat surat berharga kepada pihak ketiga.

Pengertian inkaso keluar adalah inkaso yang dikirimkan oleh bank kepada bank lain atau orang lain atau kegiatan penagihan suatu warkat surat berharga yang telah diterbitkan oleh nasabah bank lain. Dalam hal inkaso keluar ini, bank hanya menerima amanat dari nasabahnya sendiri untuk menagih warkat surat berharga tersebut kepada seseorang nasabah bank lain di kota atau tempat lain.

Contoh inkaso adalah sebagai berikut :

  • Wesel (draft)
  • Money order
  • Kuitansi
  • Cek
  • Kupon dan dividen
  • Surat aksep
  • Surat undian
  • Nota-nota tagihan lainnya

Bank sebagai sebuah lembaga keuangan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam uang. Ada layanan-layanan lain yang ditawarkan oleh bank untuk melayani nasabahnya dan tentu saja untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah inkaso atau penagihan, dimana seseorang atau badan tertentu dapat meminta bank untuk menagihkan warkat-warkat atau surat berharga yang dimilikinya kepada seseorang atau badan tertentu yang berada di luar wilayah kliring atau di kota lain.

Contohnya bapak adi nasabah bank ABC di kota A menerima cek dari ibu ani yang merupakan nasabah bank ABC di kota B. Walaupun cek tersebut diterbitkan pada bank ABC di kota B, bapak adi dapat menagih atau mencairkan cek tersebut pada bank ABC di kota A melalui mekanisme inkaso ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa surat berharga seperti cek tidak dapat segera dicairkan jika cek tersebut berasal dari bank yang berada di luar wilayah kliring atau di kota lain. Untuk itu diperlukan mekanisme inkaso sehingga seseorang tidak perlu ke luar kota bahkan ke luar negeri untuk dapat menagih surat berharganya. Selain menghemat biaya dan waktu, mekanisme ini juga lebih aman karena kita tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar atau repot-repot mentransfer uang yang sudah dicairkan ke rekening pribadi.

Pihak bank juga diuntungkan karena mendapat pemasukan dari komisi inkaso dan juga pengendapan dana inkaso di rekening bank mulai dari dana berhasil ditagih sampai dengan dicairkan oleh pemilik dana. Selain itu juga dapat meningkatkan citra bank di mata nasabah dalam hal pelayanan.

Dari kegiatan yang dilakukan ada dua jenis inkaso yaitu inkaso keluar dan inkaso masuk. Pada inkaso keluar, bank penagih yang ditunjuk melakukan penagihan sesuai warkat yang diterima. Kemudian penagihan diteruskan kepada cabang bank penagih yang terletak di kota pihak tertagih. Jika pihak tertagih merupakan nasabah pada bank yang berbeda maka dilakukan proses kliring terlebih dahulu. Setelah inkaso berhasil kemudian bank penagih menerima hasil inkaso dan kemudian diteruskan ke pemilik warkat.

Sedangkan inkaso masuk dilihat dari sisi bank tertagih dimana nasabahnya menerbitkan warkat. Bank tertagih sebagai bank pelaksana menerima tagihan. Kemudian penagihan direalisasikan sesuai warkat. Jika pihak tertagih merupakan nasabah dari bank pelaksana maka komisi inkaso dibebankan kepada rekening nasabah tersebut. Jika pihak tertagih merupakan nasabah bank lain maka penagihan dilakukan melalui proses kliring. Dan terakhir bank pelaksana mengingormasikan hasil inkaso ke bank penagih.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian inkaso dan contohnya. Semoga sobat bisa memahami pengertian inkaso secara umum ya ! Lihat juga pengertian inspeksi 🙂