PENGERTIAN ITIKAD BAIK


  • Pengertian itikad baik dalam arti subjektif maupun objektif itu apa sih ?
  • Apa pengertian itikad baik dalam hukum ?
  • Apa yang dimaksud dengan itikad baik dalam perjanjian ?
  • Apa itu itikad baik ?
  • Apa arti kata itikad baik ?

Pengertian Itikad Baik


Pengertian Itikad Baik Menurut Para Ahli

Arti itikad baik adalah :

Pengertian itikad baik adalah suatu perbuatan yang tidak mementingkan diri sendiri saja namun juga melihat kepentingan orang lain yang ditandai dengan perbuatan tanpa tipu muslihat, tanpa tipu daya, tanpa mengganggu pihak lain dan tanpa akal-akalan. (M.L Wry)

Pengertian itikad baik dalam perjanjian adalah niat baik dari pihak-pihak yang melakukan suatu perjanjian untuk tidak merugikan mitra janjinya serta tidak merugikan kepentingan umum. (Sutan Remy : 1993)

Pengertian itikad baik dalam hukum terbagi menjadi 2 asas yaitu itikad baik subjektif dan itikad baik objektif. Itikad baik dalam arti subjektif dapat diartikan yaitu seseorang (yang menjadi subjek) haruslah jujur dalam melakukan suatu perbuatan hukum, dengan kata lain sikap batin seseorang haruslah menunjukkan niat baik berupa kejujuran. Sedangkan itikad baik dalam arti objektif yaitu pelaksanaan suatu perjanjian (yang menjadi objek) harus didasarkan pada norma-norma kepatutan dan norma yang berlaku di masyarakat.

Pengertian itikad baik dalam asuransi adalah tidak menutup-nutupi ataupun menyembunyikan informasi yang berkaitan dengan perjanjian asuransi. Pihak-pihak yang terlibat dalam asuransi ini haruslah jujur dalam memberitahukan berbagai informasi dan fakta penting yang berkaitan dengan objek yang diasuransikan dengan teliti dan sejelas-jelasnya. Hal ini dikarenakan informasi tersebuat akan digunakan sebagai klausul dalam kontrak polis asuransi.

Pengertian itikad baik dalam jual beli adalah kejujuran pihak-pihak yang melakukan transaski jual beli yang diiringi dengan kewajiban untuk memeriksa dan kewajiban untuk memberitahukan. Contohnya : Rudi ingin membeli motor Tono, maka Tono wajib memberikan berbagai informasi yang berkaitan dengan motornya tanpa menutup-nutupi ataupun membohongi Rudi. Dengan demikian Rudi bisa mengambil keputusan dari informasi tersebut. Sedangkan Rudi wajib memeriksa motor si Tono, apakah ada cacat atau tidak, apakah sesuai dengan surat-suratnya atau tidak dsb.


Sebagai makhluk sosial tidak dapat dipungkiri kita selalu berhubungan dengan orang lain. Kita menjalin berbagai jenis hubungan seperti hubungan pertemanan, hubungan bisnis, dan lain sebagainya. Dalam menjalani hubungan-hubungan ini apalagi hubungan bisnis kita tentu mengutamakan kehati-hatian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerugian, penipuan, dan lain sebagainya. Salah satu bentuk kehati-hatian adalah dengan memperhatikan apakah rekan atau mitra kita memiliki itikad baik atau tidak dalam menjalani hubungan.

Apa itu itikad baik? Ada beberapa pendapat mengenai definisi istilah ini namun semuanya memiliki benang merah yang menyatakan bahwa itikad baik adalah niat, maksud, atau kemauan yang baik dan jujur tanpa maksud untuk menipu atau merugikan orang lain dan menguntungkan diri sendiri.

Contoh itikad baik misalnya dalam hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang berencana akan menikah. Si laki-laki dikatakan memiliki itikad baik jika ia secara jujur dan terbuka mengungkapkan pribadinya seperti apa pekerjaannya, apakah ia memiliki hutang, bagaimana keluarganya, bagaimana statusnya apakah belum atau sudah pernah menikah, dan lain sebagainya sehingga si perempuan tidak merasa was-was mengenai pribadi laki-laki tersebut.

Itikad baik diperlukan dimulai dari sebuah hubungan atau perjanjian masih dalam tahap pembicaraan atau negosiasi, ketika sudah mencapai kata sepakat, ketika sedang menjalaninya, hingga sebuah hubungan atau perjanjian diselesaikan. Contohnya hubungan antara pihak leasing kendaraan dan nasabahnya. Dimulai dari proses survei terhadap kondisi calon nasabah dimana nasabah harus menjelaskan kondisinya seperti pekerjaan dan penghasilan dengan jujur. Demikian pula dengan pihak leasing yang harus menjelaskan kondisi kredit secara jelas dan lengkap kepada calon nasabah.

Kemudian setelah perjanjian disepakati dan dijalani jika ternyata nasabah mengalami perubahan seperti perubahan alamat atau ingin mengalihkan kredit motornya ke orang lain maka ia juga harus secara terbuka memberitahukan kepada pihak leasing. Demikian pula dari pihak leasing juga harus memberi penjelasan kepada nasabah jika ada perubahan-perubahan kondisi kredit. Dan begitu seterusnya hingga perjanjian tersebut diselesaikan.

Dengan adanya itikad baik membuat semua pihak yang terlibat dalam suatu hubungan menjadi nyaman dan tidak merasa was-was. Itikad baik juga dijadikan salah satu asas yang melandasi sebuah perjanjian yang menyatakan bahwa seluruh pihak yang melakukan perjanjian harus melaksanakan isi perjanjian dengan rasa percaya, jujur, dan saling terbuka, serta tanpa maksud untuk mengambil keuntungan pribadi dan merugikan orang lain.


Itulah pengertian itikad baik & contoh asas itikad baik secara umum ya ! Semoga kalian bisa menjelaskan itikad baik dalam arti subjektif maupun objektif ya. Lihat juga pengertian kumulatif dan contohnya 🙂