PENGERTIAN KARTEL DAN JENIS-JENISNYA


  • Pengertian kartel dan jenis-jenisnya itu apa sih ?
  • Apa pengertian kartel internasional dan contohnya ?
  • Apa itu kartel ? Apa arti kata kartel ?
  • Apa yang dimaksud dengan kartel ?
  • Apa pengertian kartel produksi ?

Pengertian Kartel


Pengertian Kartel Menurut Para Ahli

Arti kartel adalah :

Pengertian kartel adalah sebuah organisasi yang diciptakan melalui perjanjian formal antara sekelompok produsen barang atau jasa untuk mengatur pasokan dalam upaya untuk mengatur atau memanipulasi harga. Kartel memiliki efek negatif bagi konsumen karena keberadaan mereka akan menghasilkan harga yang lebih tinggi dengan pasokan terbatas. Padahal sejatinya pasokan barang tersebut masih sangat banyak dan harganya juga cukup murah. Contoh kartel yang paling terkenal adalah OPEC yang mengendalikan harga minyak bumi di dunia.

Definisi kartel adalah suatu kelompok, perusahaan atau negara yang mencoba untuk mengontrol harga dan pasokan komoditi (seperti minyak) dengan cara menahan atau menimbun produksi.

Pengertian kartel internasional adalah suatu organisasi yang berisikan berbagai produsen komoditi tertentu dari beberapa negara. Produsen tersebut akan melakukan perjanjian untuk membatasi produksinya serta bersama-sama mengendalikan ekspor terhadap komoditi di dunia yang bertujuan untuk memaksimalkan tingkat keuntungan mereka. Contoh kartel internasional adalah International Air Transport Association (IATA), International Bauxite Associationi (IBA) dan Organisation of Petrolium Exporting Countries (OPEC).


Apa ada yang ada dibenak kalian saat mendengar kata kartel ? Gembong mafia narkoba Mexico atau bos-bos besar dengan praktik jual beli yang terlarang ? Yup ada benarnya !

Kartel adalah sebah istilah dalam dunia illegal trade atau perdagangan ilegal. Pada dasarnya perdagangan yang baik adalah perdagangan yang tidak ada “komplotan”.

Komplotan disini maksudnya adalah sindikat yang melakukan permainan harga seenak jidat mereka. Bisa dibilang kartel ini hampir sama dengan monopoli. Bedanya, monopoli dikuasai oleh satu orang atau satu pihak saja sementara kartel dikuasai beberapa orang atau suatu kelompok tertentu. Nah kelompok inilah yang akan memainkan harga di suatu pasar untuk meraup keuntungan.

Sejatinya pasar yang baik adalah pasar dimana harga tercipta dari demand and supply. Mekanisme permintaan dan penawaran inilah yang akan membentuk harga yang tinggi ataupun rendah. Namun harga tersebut bisa dimanipulasi oleh kartel sehingga akan merugikan pihak-pihak tertentu dan akan menguntungkan pihak kartel tentunya. Maka dari itu kartel tidak diperbolehkan dan harus diberantas dari praktik perdagangan.

Kunci utama dari praktik kartel adalah menghilangkan kompetisi. Kompetisi tersebut bisa dihilangkan dengan cara kerjasama dengan pemain pasar. Contohnya seperti kartel narkoba Mexico di atas. Daripada dia perang-perangan harga (belum lagi main tembak-tembakan) dengan pesaingnya (yaitu sesama penjual narkoba), lebih baik mereka kerja sama membentuk harga untuk menguasai pasar yang ada. Win win solution bukan ?!

Contoh kartel yang paling sederhana adalah Hardcore Cartels yaitu kartel produksi, kartel harga dan kartel pembagian wilayah pemasaran.

Kartel yang banyak dilakukan oleh gembong-gembong narkoba adalah kartel pembagian wilayah pemasaran. Tujuan pengendalian tersebut adalah untuk meningkatkan keuntungan anggota kartel. Lalu apa akibatnya bagi konsumen ? Akibatnya konsemen tak ada pilihan lain karena barang yang dipasok hanya dari gembong A saja atau gembong B saja. Mau harganya mahal atau kualitas barangnya jelek ya akan masih tetap dibeli oleh konsumen karena barang (narkoba) yang ada di wilayah mereka cuma itu saja.

Lalu bagaimana kalau ada “barang” lain masuk ke wilayah mereka ? Nah komplotan kartel ini biasanya tidak segan-segan langsung membabat habis pemain baru atau kalau sudah parah, mereka tinggal langsung “dor” aja. Selesai masalah 😀

Namun pada prakteknya jenis jenis kartel perdagangan yang ada di dunia ini meliputi :

  • Kartel Daerah. Yaitu anggota kartel tertentu tidak boleh menjual barang ke daerah lain yang masih dikuasai anggota kartel lainnya. Kartel jenis ini akan membagi wilayah pemasarannya dengan perjanjian.
  • Kartel Kondisi. Kartel jenis ini berfokus untuk membentuk syarat-syarat kondisi penjualan seperti apakah suatu barang diberi diskon, kredit, dibeli secara cash atau kredit, dimana menjualnya, dimana barang diserahkan dsb.
  • Kartel Produksi. Pihak-pihak yang terlibat dalam kartel jenis ini hanya akan memasok barang dalam jumlah tertentu saja, gunanya agar barang tidak melimpah di pasaran. Efeknya pasokan barang di pasaran menjadi sedikit sehingga harganya akan menjadi mahal.
  • Kartel Harga (Penentuan Harga minimal). Kartel jenis ini hanya akan menjual barang di atas harga minimal.
  • Kartel Pembagian Laba. Kartel ini menentukan seberapa besar laba yang harus diambil dari suatu barang.

Nah itulah penjelasan singkat mengenai pengertian kartel dan jenis-jenisnya / pengertian kartel dan macam macamnya. Mudah-mudahan kalian bisa memahami pengertian kartel dan contohnya secara umum ya ! Lihat juga pengertian bankir 🙂