PENGERTIAN KOROSIF DAN CONTOHNYA


  • Pengertian korosif dan contohnya itu apa sih ?
  • Apa itu korosif ? Apa arti kata korosif ?
  • Apa yang dimaksud dengan korosif ?
  • Bagaimana memperlakukan bahan yang bersifat korosif ?
  • Apa pengertian korosif beserta contohnya ?

Pengertian Korosif


Pengertian Korosif Menurut Para Ahli

Arti korosif adalah :

Pengertian korosif adalah sesuatu zat atau hal lainnya yang memiliki kemampuan atau kecenderungan untuk menyebabkan korosi. Contoh korosi seperti kerusakan logam, karat besi. kerak baja yang terjadi apabila dipanaskan, noda perak dsb. Sedangkan dalam makna ungkapan sehari-hari, korosif bermakna sebagai hal yang bisa menyebabkan seseorang atau sesuatu menjadi lemah dan rusak.

Contoh bahan kimia yang bersifat korosif antara lain :

  • Asam Sulfat
  • Asam Klorida
  • Asam Asetat
  • Asam Sitrat
  • Amonium Hidroksida
  • Asam Nitrat
  • Kalium Hidroksida
  • Fenol
  • Natrium Hidroksida

Pernahkah Anda mendengar kata korosif? Biasanya kata ini muncul dalam pembicaraan yang berhubungan dengan logam dan asam. Sebagai contoh kita mungkin biasa mendegar, “Asam itu bersifat korosif” atau “Hati-hati bahan ini korosif!”. Sebenarnya apa sih arti dari kata korosif?

Sesuai kaidah bahasa, korosif memiliki kata dasar korosi dengan tambahan akhiran –if. Dari sini saja kita dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan korosif ialah memiliki sifat atau kecenderungan untuk dapat menimbulkan korosi. Sekarang pertanyaannya apa sih arti dari kata korosi?

Korosi merupakan istilah baku dari peristiwa perkaratan yang biasa terjadi pada logam (umumnya besi). Perkaratan ini dapat timbul secara otomatis melalui mekanisme reaksi kimia apabila suatu logam terkena kontak secara langsung dan terus menerus dengan beberapa zat kimia. Zat kimia yang dimaksud diantaranya adalah oksigen. Gas yang setiap hari kita hirup untuk bernapas ini memang terkenal dapat mengubah sebuah logam yang baik-baik saja menjadi berkarat (berwarna kuning kecoklatan dan lebih mudah hancur / rapuh).

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan korosi terjadi bertambah cepat, diantaranya suhu dan keasaman. Apabila suhu meningkat, umumnya reaksi kimia akan berlangsung semakin cepat. Sehingga suatu besi yang diletakkan di tempat terbuka pada suhu yang lebih tinggi pasti akan mengalami korosi lebih cepat daripada besi yang diletakkan didalam suatu wadah dengan suhu yang relatif lebih rendah.

Adapun untuk keasaman, korosi besi akan berlangsung jauh lebih cepat apabila besi tersebut dimasukkan kedalam asam. Pada asam yang bersifat sangat kuat seperti asam klorida (asam lambung) dan asam sulfat (asam yang digunakan di dalam aki) bahkan hanya dengan meneteskan asam tersebut sepotong besi bisa menjadi bolong karena terkorosi dengan sangat cepat. Dari sinilah muncul kalimat yang biasa kita dengar. “Asam itu korosif”. Alasannya sangat sederhana. Bahwa asam dapat mempercepat terjadinya proses korosi.

Beberapa orang mengartikan kata korosif menjadi ‘dapat merusak logam’. Hal ini tidak salah mengingat peristiwa korosi pasti merusak logam. Yang terpenting korosif itu dimaknai sebagai kata sifat. Jadi jangan gunakan korosif sebagai kata kerja ya.

Bagaimana memperlakukan bahan yang bersifat korosif ? Bahan-bahan yang mempunyai sifat korosif tidak boleh disatukan dengan peralatan atau bahan lainnya yang bisa dirusaknya. Harus disimpan diruangan yang sejuk dan mempunyai sirkulasi udara yang baik untuk mencegah terjadinya pengumpulan uap. Packaging atau kemasan dari bahan ini haruslah tertutup rapat. Semua logam yang berada di dekat bahan korosif haruslah dicat. Hal ini bertujuan agar logam tersebut tidak berkarat dan menjadi lapuk.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian korosif dan contohnya secara umum. Semoga kalian bisa memahami pengertian bahan kimia korosif (corrosive) & contoh bahan kimia yang bersifat korosif ya ! Lihat juga pengertian fungsional 🙂