PENGERTIAN MORES DALAM SOSIOLOGI


  • Pengertian mores dalam sosiologi itu apa sih ?
  • Apa itu mores ? Apa arti kata mores ?
  • Apa yang dimaksud dengan mores ?
  • Apa contoh mores dalam sosiologi ?
  • Apa perbedaan folkways dan mores ?

Pengertian Mores dan Folkways


Pengertian Mores Menurut Para Ahli

Arti mores adalah :

Pengertian mores adalah kebiasaan yang muncul di dalam masyarakat yang mayoritasnya sudah diterima secara umum sebagai norma pengatur di dalam kehidupan masyarakat tersebut. Mores berfungsi sebagai alat pengawas, pemaksa, dan dapat pula berperan sebagai alat untuk melarang sesuatu agar anggota masyarakat dapat menyesuaikan perbuatannya dengan tata
kelakukan (mores) tersebut. (Mac Iver & H. Page)

Pengertian folkways adalah tata cara yang lazim diikuti atau dikerjakan oleh rakyat kebanyakan. Folkways berkaitan dengan seluruh norma-norma sosial serta pola-pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang diangap lazim dan sudah menjadi kebiasan di dalam suatu masyarakat.

Perbedaan mores dan folkways yaitu mores sifatnya lebih keras dan seringkali berbentuk negatif seperti berupa larangan keras yang tidak dapat diganggu gugat, berbeda dengan folkways yang lebih cenderung lunak dan fleksibel.


Dalam ilmu sosiologi banyak istilah yang berasal dari bahasa latin. Istilah ini meskipun dapat diterjemahkan secara bebas kedalam bahasa Indonesia tetap sering ditampilkan dalam bahasa latin untuk mencirikan bahwa istilah tersebut memiliki pengertian sendiri yang belum tentu sama dengan terjemahannya dalam bahasa lain.

Salah satu istilah yang cukup sering digunakan ialah mores. Secara etimologis mores dapat diterjemahkan sebagai tata kelakuan. Akan tetapi secara lebih lengkap ilmu sosiologi mendefinisikan mores sebagai suatu aturan yang sudah diterima oleh masyarakat dan aturan tersebut dapat dijadikan sebagai alat pengawas (alat kontrol) oleh masyarakat kepada seluruh anggotanya baik secara sadar maupun tidak sadar. Mores juga sering diidentikkan dengan istilah norma kesusilaan yang berarti suatu aturan yang berkaitan erat dengan hati nurani dan keyakinan agama.

Sekilas istilah mores cukup mirip dengan istilah folkways yang berarti suatu kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi perbedaannya terletak pada tingkat kekuatan norma tersebut. Mores memiliki tingkat yang lebih tinggi dan lebih serius daripada folkways. Ian Robertson (1987) mencontohkan misalnya terdapat seorang laki-laki yang berkeliaran di jalan tanpa menutupi bagian atas tubuhnya.

Dalam kasus ini ia telah melanggar folkways yakni tidak mengenakan penutup tubuh bagian atas di tempat umum. Akan tetapi jika laki-laki ini berkeliaran tanpa menutupi bagian bawah tubuhnya maka ia telah melanggar mores. Mores yang ia langgar ialah aturan tidak tertulis mengenai keharusan bagi setiap orang untuk menutupi kemaluannya. Dari contoh diatas jelas bahwa mores bersifat lebih fundamental karena mengatur masalah yang sangat dasar dalam kehidupan manusia.

Orang-orang yang melanggar suatu mores biasanya akan mendapatkan sanksi yang lumayan berat dari masyarakat. Sanksi yang biasa disebut sebagai sanksi sosial ini bentuknya dapat berupa kecaman keras, pengucilan dari masyarakat atau bahkan berupa pengusiran. Di beberapa daerah bahkan para pelanggar mores akan diarak dan dipermalukan keliling kampung dengan harapan warga yang melihatnya tidak akan melakukan perilaku serupa dikemudian hari. Hal ini semata-mata terjadi karena kebenaran dalam suatu mores biasanya dianggap tidak perlu diganggu gugat lagi sebab sudah bersifat sangat fundamental bagi seluruh manusia.


Nah itulah penjelasan singkat tentang apa yang dimaksud dengan tata kelakuan (mores). Mudah-mudahan kalian bisa memahami pengertian mores dalam sosiologi secara umum ya ! Lihat juga pengertian pengemulsi 🙂