PENGERTIAN MUBAZIR DAN CONTOHNYA


  • Pengertian mubazir dan contohnya itu apa sih ?
  • Apa itu mubazir ? Apa arti kata mubazir ?
  • Apa yang dimaksud dengan mubazir ?
  • Apa pengertian mubazir dalam agama islam ?

Pengertian Mubazir


Pengertian Mubazir Menurut Para Ahli

Arti mubazir adalah :

Pengertian mubazir adalah suatu kegiatan menyalahgunakan, menghambur-hamburkan dan merusak harta. (Zaadul Masiir)

Pengertian mubazir dalam Islam adalah membelanjakan harta dalam kondisi yang tidak semestinya atau membelanjakan suatu barang yang terlarang seperti miras dsb. (Al-bahuti dalam Dr. Abdullah Laam bin Ibrahim : 2015)


Istilah mubazir merupakan istilah baku yang dapat kita temukan dalam kamus besar bahasa Indonesia. Istilah ini berasal dari bahasa Arab yang ditujukan pada pelaku atau orang yang melakukan sesuatu yang berlebihan atau pemborosan. Maknanya dalam bahasa Indonesia kurang lebih sama.

Pendek kata, pengertian mubazir adalah segala sesuatu yang sifatnya berlebihan atau boros sehingga menjadi sia-sia atau tidak berguna atau bisa juga ditujukan pada pelaku atau orang yang melakukan pemborosan.

Ada banyak contoh mengenai perbuatan mubazir, contohnya tradisi mengerjai teman yang berulang tahun dengan cara melemparinya telur mentah yang terkadang dicampur dengan tepung, sabun, air kotor, dan lain sebagainya. Telur yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan malah terbuang sia-sia.

Atau seseorang yang sedang dalam kondisi sangat lapar sehingga mengambil makanan dengan penuh nafsu. Akhirnya ketika kekenyangan dan tidak sanggup menghabiskannya, makanan tersebut terbuang percuma.

Tidak hanya dalam bentuk sifat atau perbuatan, mubazir juga dapat terjadi dalam bentuk penggunaan kata-kata dalam sebuah kalimat. Kata-kata yang sebenarnya tidak diperlukan dan jika dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat tersebut.

Kemubaziran penggunaan kata dapat terjadi karena beberapa hal seperti pengulangan subjek, penggunaan superordinat dan hiponim secara bersamaan, penggunaan beberapa sinonim secara bersamaan dalam satu kalimat, penambahan artikel penunjuk jamak pada kata-kata yang sudah dalam bentuk jamak, serta menggunakan kata-kata tambahan yang tidak perlu dimana jika dihilangkan pun tidak akan berpengaruh pada makna kalimat.

Kemubaziran kata karena pengulangan subjek terjadi ketika pada sebuah kalimat subjek dipakai berulang-ulang. Seperti dalam kalimat : Ani serta merta pingsan setetah ia mengetahui anaknya telah tiada. Penggunaan subjek ia dapat dihilangkan sehingga kalimatnya menjadi : Ani serta merta pingsan setelah mengetahui anaknya telah tiada.

Penggunaan superordinat dan hiponim bersamaan dalam sebuah kalimat juga dapat menyebabkan kemubaziran kata, untuk menghindari hal tersebut kita cukup menggunakan hiponim saja. Misalnya kalimat : Ani menyukai bunga mawar merah. Pada kalimat ini ada superordinat bunga dan hiponim mawar. Agar tidak mubazir kita dapat menghilangkan superordinat sehingga kalimatnya menjadi : Ani menyukai mawar merah.

Kita mungkin pernah menemukan kalimat yang berisi beberapa sinonim yang digunakan bersamaan sehingga kata-katanya menjadi mubazir. Contohnya kalimat : Berhentilah merokok agar supaya tubuh kita terhindar dari penyakit. Kata agar dan supaya memiliki makna yang sama sehingga salah satu kata ini dapat kita hilangkan dan kalimatnya menjadi : Berhentilah merokok agar tubuh kita terhindar dari penyakit.

Penggunaan artikel jamak seperti kata para untuk mengiringi kata-kata yang sudah dalam bentuk jamak juga dapat dihilangkan untuk menghindari kemubaziran kata. Seperti kalimat : Para hadirin serentak bertepuk tangan. Kata hadirin sudah menunjukkan bentuk jamak sehingga kata para tidak diperlukan dan kalimatnya menjadi : Hadirin serentak bertepuk tangan.


Itulah penjelasan singkat tentang pengertian mubazir dan contohnya. Mudah-mudahan kalian bisa memahami pengertian mubazir dalam agama Islam secara umum ya ! Lihat juga pengertian improvisasi 🙂