PENGERTIAN PEGADAIAN SYARIAH


  • Pengertian pegadaian syariah itu apa sih ?
  • Apa itu pegadaian syariah ? Apa arti pegadaian syariah ?
  • Apa yang dimaksud dengan pegadaian syariah ?
  • Apa perbedaan pegadaian konvensional dengan pegadaian syariah ?
  • Apa saja yang bisa digadaikan di pegadaian syariah ?

Pengertian Pegadaian Syariah


Pengertian Pegadaian Syariah Menurut Para Ahli

Arti pegadaian syariah adalah :

Pengertian pegadaian syariah adalah lembaga yang menaungi kegiatan gadai syariah (Rahn) yaitu menahan salah satu harta dari si peminjam yang diperlakukan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Dalam gadai syariah ini, barang yang ditahan mempunyai nilai ekonomis dan pihak yang menahan akan memperoleh jaminan untuk mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. (Antonio : 2001)

Definisi pegadaian syariah adalah lembaga keuangan dengan yang menganut sistem gadai yang berlandaskan pada prinsip-prinsip dan nilai keIslaman. (Fatwa MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002)


Sebagian dari teman-teman mungkin pernah mengalami kesulitan keuangan dan sedang membutuhkan uang dalam waktu cepat misalnya untuk saat-saat darurat seperti saat ada keluarga yang membutuhkan biaya pengobatan dalam jumlah besar atau biaya sekolah anak yang mendesak. Salah satu solusinya adalah dengan meminjam uang apakah itu dengan teman, bank, atau pegadaian.

Cara terakhir dapat dikatakan cara yang paling mudah dan cepat. Teman bisa saja sedang tidak ada uang sementara meminjam uang ke bank membutuhkan proses yang cukup lama dan rumit. Jika ke pegadaian kita cukup menyerahkan barang yang akan digadaikan, kemudian barang itu akan ditaksir berapa nilainya, dan kita dapat langsung meminjam uang sesuai nilai barang yang digadaikan. Tentu saja kita akan dikenakan beban bunga dan harus mengembalikan uang yang dipinjam dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, jika tidak barang akan dieksekusi atau dilelang.

Walaupun demikian masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam masih khawatir dengan kehalalan transaksi ini karena melibatkan bunga pinjaman dimana setiap 15 hari peminjam akan dikenakan beban bunga sesuai dengan nilai pinjaman. Untuk itu pegadaian menghadirkan produk pegadaian syariah yang dijalankan sesuai dengan syariat atau ketentuan yang diperbolehkan dalam agama islam.

Gadai atau istilahnya rahn dalam Islam merupakan akad utang piutang yang menggunakan jaminan dari  harta peminjam atas pinjaman yang diterimanya sampai utang tersebut dilunasi. MUI atau Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan fatwa mengenai hal ini yaitu Fatwa Dewan Syariah Nasional no.25/DSN-MUI/III/2002 yang membolehkan pinjaman dengan menggadaikan barang si peminjam sebagai jaminan dengan beberapa ketentuan.

Diantara ketentuan tersebut yaitu pemberi pinjaman berhak menahan barang yang digadaikan sampai seluruh utang dilunasi. Kemudian barang yang digadaikan beserta manfaatnya tetap menjadi milik peminjam, pemberi pinjaman tidak boleh mengambil manfaat dari barang yang digadaikan kecuali dengan izin dari peminjam dengan catatan tidak mengurangi nilai barang dan hanya dimanfaatkan sekedar untuk mengganti biaya pemeliharaan dan perawatan barang.

Biaya pemeliharaan dan penyimpanan barang yang digadaikan merupakan kewajiban peminjam. Biaya penyimpanan barang yang digadaikan dan biaya administrasi tidak boleh ditentukan berdasarkan besarnya pinjaman.

Jika waktu yang telah ditetapkan telah jatuh tempo, pemberi pinjaman harus memberi tahu peminjam untuk melunasi hutangnya. Jika peminjam tidak dapat melunasi hutangnya maka pemberi pinjaman dapat menjual atau mengeksekusi barang yang digadaikan. Hasil penjualan barang tersebut dapat digunakan untuk melunasi hutang, biaya pemeliharaan dan penyimpanan barang yang belum dibayar, serta biaya penjualan barang. Jika ada kelebihan dari hasil penjualan barang maka akan menjadi hak peminjam, sebaliknya jika ada kekurangan maka peminjam wajib menambahnya.

Barang yang bisa digadaikan di pegadaian syariah antara lain rumah, laptop yang tidak rusak, mobil atau bpkbnya saja, emas, motor atau bpkbnya saja, handphone jenis keluaran terbaru, berlian, kamera dslr dsb

Perbedaan pegadaian syariah dan konvensional adalah sebagai berikut :

  • Rahn berlandaskan hukum Islam, sementara pegadaian konvensional hanya berdasarkan atas hukum perdata.
  • Pegadaian syariah dilakukan secara sukarela dengan dasar tolong menolong tanpa mencari keuntungan. Sementara pegadaian konvensional selain berprinsip tolong menolong juga mencari keuntungan dengan menarik bunga atau sewa modal.
  • Pegadaian syariah memungut biaya rahn sementara pegadaian konvensional memungut biaya bunga.
  • Hak rahn bisa untuk harga bergerak maupun tidak bergerak sementara hak gadai konvensional hanya untuk harta bergerak saja.

Oke mudah-mudahan kalian bisa memahami pengertian pegadaian syariah dan pegadaian konvensional secara umum ya ! Lihat juga pengertian patrilokal 🙂