PENGERTIAN PENGEMULSI DAN CONTOHNYA


  • Pengertian pengemulsi dan contohnya itu apa sih ?
  • Apa itu pengemulsi ? Apa arti kata pengemulsi ?
  • Apa yang dimaksud dengan pengemulsi ?
  • Apa contoh zat pengemulsi dalam kehidupan sehari-hari ?
  • Apa yang dimaksud dengan zat pengemulsi berikan contoh !

Pengertian Pengemulsi


Pengertian Pengemulsi Menurut Para Ahli

Arti pengemulsi adalah :

Pengertian pengemulsi adalah bahan atau zat yang memungkinkan tercampurnya semua bahan-bahan secara homogen (merata), contohnya seperti gliseril monostearat, trietanolamin (Wasitaatmadja : 1997)

Definisi pengemulsi adalah bahan yang bisa mengurangi kecepatan tegangan permukaan dan tegangan antara dua fase yang dalam keadaan normal tidak saling melarutkan sehingga nantinya bisa bercampur dan kemudian membentuk emulsi. Pengemulsi merupakan sinonim atau nama lain emulsifier. Fungsi pengemulsi adalah untuk menimbulkan emulsi pada pangan, menghasilkan produk yang kental serta untuk mengubah sifat tekstur dan keawetan.

Contoh zat pengemulsi adalah Gelatin, P.G.A., Cholesterol, Tragacantha, Sapo, Ammonium kwartener, Surfactan, putih telur, kuning telur, pectin, lesitin dsb. Adapun beberapa contoh jenis makanan yang mengandung pengemulsi yaitu : Caramel, Cake, Roti, Kopi susu, Soft Drinks, Margarin dan Biskuit.

Pengertian pengemulsi nabati adalah pengemulsi alami yang berasal atau diekstrak dari tumbuh-tumbuhan, contohnya madu dan lesitin kedelai.


Sama seperti istilah lain yang mendapatkan awalan pe-, pengemulsi secara bahasa juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat mengakibatkan emulsi terjadi. Oleh karena itu sebelum membahas arti dari pengemulsi alangkah baiknya jika kita memahami arti kata emulsi terlebih dahulu.

Emulsi adalah satu diantara tiga jenis campuran yang dipelajari didalam ilmu kimia. Selain emulsi dikenal juga istilah larutan dan suspensi. Perbedaan ketiganya secara umum terletak pada dapat dibedakannya zat-zat yang berada dalam campuran. Pada larutan zat-zat yang tercampur tidak dapat dibedakan lagi sehingga larutan akan terlihat sebagai campuran yang homogen. Sementara itu pada suspensi zat-zat yang tercampur sangat mudah dibedakan karena zat-zat yang tercampur sama sekali tidak bisa bersatu. Adapun emulsi merupakan campuran yang terletak diantara larutan dan suspensi. Secara kasat mata terdapat bagian zat yang terlarut tetapi ada juga bagian zat yang tidak terlarut.

Untuk membentuk campuran emulsi ini diperlukan zat pengemulsi (atau biasa juga disebut emulsifier) yang berperan dalam menjaga kestabilan emulsi antar zat-zat yang terlibat didalamnya. Zat pengemulsi ini umumnya memiliki 2 jenis gugus secara bersamaan, yakni gugus yang bersifat polar dan gugus yang bersifat non-polar. Gugus yang bersifat polar akan mengikat zat yang juga bersifat polar sementara gugus non-polar hanya akan mengikat zat yang sama-sama non-polar.

Contoh zat pengemulsi yang banyak digunakan dalam keseharian ialah sabun. Sabun dapat berperan sebagai pengemulsi dalam campuran air dan minyak. Gugus polar dalam sabun akan berikatan dengan air sedangkan gugus non-polar dalam sabun akan berikatan dengan minyak. Akibatnya minyak dan air dapat bercampur dan dihasilkan campuran yang stabil.

Sifat pengemulsi ini diterapkan dalam berbagai aspek. Contoh yang paling sederhana ialah ketika kita mencuci sesuatu dengan menggunakan sabun. Gugus polar pada sabun akan selalu mengikat air sementara itu gugus non-polarnya akan mengikat kotoran yang terletak pada pakaian. Akibatnya kotoran akan ikut larut dalam air dan terpisah dari pakaian. Pakaian Anda pun menjadi bersih dari kotoran.


Oke itulah penjelasan pengertian zat pengemulsi dan contohnya secara singkat. Mudah-mudahan kalian bisa memahami pengertian pengemulsi & contoh zat pengemulsi dalam kehidupan sehari-hari secara umum ya ! Lihat juga pengertian deklarasi dan contohnya 🙂