PENGERTIAN PERNIKAHAN DINI


  • Pengertian pernikahan dini itu apa sih ?
  • Apa itu pernikahan dini ? Apa arti pernikahan dini ?
  • Apa yang dimaksud dengan pernikahan dini ?
  • Apa yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini ?

Pengertian Pernikahan Dini


Pengertian Pernikahan Dini Menurut Para Ahli

Arti pernikahan dini adalah :

Pengertian pernikahan dini adalah pernikahan yang biasanya dilakukan oleh pasangan mudah mudi dibawah umur 16 tahun. Dan Pada umumnya mereka menikah dikisaran umur 13 s/d 16 tahun. (Najlah Naqiyah : 2009)

Definisi pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan di bawah usia yang seharusnya serta belum siap dan matang untuk melaksanakan pernikahan dan menjalani kehidupan rumah tangga (Nukman, 2009)

Pengertian pernikahan dini menurut undang-undang adalah pernikahan yang tidak sesuai dengan UU perkawinan bab 11 pasal 7 ayat 1 yang menyatakan bahwa perkawinan hanya dapat diizinkan jika pihak pria sudah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun. Dengan demikian jika masih dibawah umur tersebut, maka pernikahan tersebut dinamakan pernikahan dini.

Pengertian pernikahan dini menurut BKKBN adalah pernikahan dibawah umur yang disebabkan oleh faktor sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, faktor orang tua, faktor diri sendiri dan tempat tinggal.

Pengertian pernikahan dini menurut Islam adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang belum baligh.

Pengertian pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan remaja di bawah usia 20 tahun yang belum siap untuk melaksanakan pernikahan (Kusmiran : 2011).


Menikah merupakan salah satu tahapan penting dalam kehidupan seseorang. Untuk itu pernikahan harus dipersiapkan dengan matang baik dari segi mental, ekonomi, dan lain sebagainya. Ada istilah pernikahan dini yang muncul dalam masyarakat yang konotasinya kurang baik. Pernikahan dini dianggap sebagai pernikahan yang dilakukan terlalu awal dan tanpa persiapan yang matang. Apa sebenarnya pernikahan dini itu?

Mari kita lihat pengertian pernikahan dini dari beberapa sudut pandang. Pertama menurut negara. Dalam undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, bab 11 pasal 7 ayat 1 menyebutkan bahwa usia minimal pernikahan bagi laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan usia minimal 16 tahun.  Pernikahan dini berarti pernikahan dimana salah satu atau kedua calon pengantin berusia di bawah 19 atau 16 tahun. Pernikahan di bawah usia minimal diperbolehkan oleh negara dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Dari sudut pandang kedokteran, pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan sebelum kedua calon pengantin memilki kematangan fisik untuk menikah. Terutama bagi perempuan dimana organ-organ reproduksinya belum siap dan matang untuk hamil dan melahirkan sehingga sangat beresiko dari segi kesehatan. Walaupun ketika seorang perempuan telah mengalami menstruasi berarti ia sudah bisa hamil, akan tetapi pertumbuhannya belum sempurna seperti pertumbuhan tulang panggul sehingga sangat beresiko ketika melahirkan.

Dari segi mental dan sosial, suatu pernikahan dikatakan pernikahan dini ketika kedua calon pengantin belum memiliki kematangan emosi dan cara berpikir. Seperti yang kita ketahui kehidupan pernikahan memiliki berbagai problema yang harus dihadapi dengan cara berpikir yang dewasa dan kematangan emosi. Tanpa hal itu sebuah pernikahan rentan dengan percekcokan dan perceraian. Kedewasaan emosi dan cara berpikir seseorang tentu saja tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan usia. Belum tentu orang yang lebih dewasa secara usia pasti dewasa secara mental.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini. Salah satunya yang cukup sering kita temui adalah faktor ekonomi. Banyak orangtua terutama di daerah pedesaan yang terburu-buru menikahkan anaknya karena masalah ekonomi. Orangtua merasa sudah tidak mampu lagi membiayai kebutuhan anaknya sehingga pernikahan dianggap sebagai cara paling tepat untuk meringankan beban orangtua.

Selain itu faktor pandangan masyarakat yang menganggap perempuan di atas usia 30 tahun yang belum menikah sebagai perawan tua sehingga ketika anaknya masih berusia belasan tahun orangtua sudah berusaha mencarikan jodoh untuk anaknya.

Pernikahan dini tidak selalu negatif karena banyak juga pasangan yang menikah dini yang berhasil membentuk keluarga yang baik dan harmonis. Asal dilakukan dengan pemikiran dan persiapan yang baik maka pernikahan dini merupakan sesuatu yang positif.


Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian pernikahan dini secara umum. Semoga artikel pernikahan dini ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Lihat juga pengertian perkusi dalam seni musik 🙂