PENGERTIAN TANAH ORGANIK DAN ANORGANIK


  • Pengertian tanah organik dan anorganik itu apa sih ?
  • Apa itu tanah organik ? Apa arti tanah anorganik ?
  • Apa yang dimaksud dengan tanah organik ?
  • Apa perbedaan tanah organik dan anorganik ?
  • Apa contoh tanah organik dan tanah anorganik ?

Pengertian Tanah Organik dan Anorganik


Pengertian Tanah Organik dan Anorganik Menurut Para Ahli

Arti tanah organik dan anorganik adalah :

 

Pengertian tanah organik adalah jenis tanah permukaan yang memiliki campuran bahan-bahan organik dan sisa-sisa pelapukan tanaman atau hewan. Ciri ciri tanah organik adalah teksturnya lunak, berwarna tua, serta mudah sekali berubah bentuk jika ditekan (mudah dihancurkan ketika kering). Tanah organik memiliki tingkat kuat geser yang kecil dan kompresibilitas tinggi. Bahan-bahan organik yang terdapat pada tanah organik memiliki tingkat kohesi dan plastisitas yang rendah. (Wiratama : 2013)

Pengertian tanah anorganik adalah tanah yang berasal dari pelapukan batuan baik secara kimia ataupun fisis. (Dunn : 1980)


Saya yakin teman-teman pasti tahu dengan tanah. Ya, tempat kita berpijak dan membangun rumah, tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman, tempat tersimpannya air hujan, tempat hidupnya berbagai jenis hewan, serta tempat di mana kita akan dikuburkan. Secara ilmiah, pengertian tanah adalah lapisan kulit bumi yang paling atas yang terbentuk dari proses evolusi bahan-bahan mineral dalam kurun waktu tertentu.

Proses evolusi ini juga dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor genetik dan lingkungan bahan pembentuknya, mikroorganisme, keadaan iklim, waktu, serta topografi yang menghasilkan tanah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Contohnya saja ada tanah liat, tanah gambut, tanah andosol, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya ada empat bahan utama pembentuk tanah yaitu bahan mineral, air, bahan organik, dan udara. Bahan mineral seperti olivin, biotit, piroksen, amfibol, kuarsa, dan masih banyak lagi. Sementara bahan organik berasal dari sisa manusia, hewan, dan tumbuhan, seperti sisa jasad baik hewan maupun tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan yang telah mati. Komposisi masing-masing bahan inilah yang akan menentukan karakteristik tanah tersebut. Idealnya, komposisi tanah yang paling baik untuk tanaman bahan kering adalah 45% bahan mineral, 20%-30% air, 5% bahan organik, serta 20%-30% udara.

Berdasarkan dominasi bahan penyusunnya kita dapat mengelompokkan tanah menjadi dua jenis yaitu tanah organik dan tanah anorganik. Sesuai namanya, pengertian tanah organik adalah jenis tanah yang bahan penyusunnya didominasi oleh bahan-bahan organik, sekitar lebih dari 65%.

Contoh tanah organik adalah tanah gambut yang berasal dari pelapukan tumbuhan rawa. Tanah ini memiliki ciri-ciri yaitu warnanya yang gelap atau hitam, cenderung mengandung kadar asam yang tinggi, serta gembur sehingga sangat baik dalam menyimpan air. Meskipun gembur dan dapat ditanami namun tidak semua tanaman cocok dan dapat tumbuh dengan maksimal pada tanah jenis ini karena kadar asamnya yang tinggi.

Kebalikannya adalah tanah anorganik. Pengertian tanah anorganik adalah tanah mineral yang didominasi oleh bahan mineral dan hanya memiliki kandungan bahan organik di bawah 20%, atau jika diukur sekitar kurang dari 30 cm. Contohnya tanah anorganik adalah tanah liat, tanah entisol, oxisol, ultisol, dan lain sebagainya. Tanah jenis ini warnanya lebih bervariasi dan kontras antar lapisannya mulai dari hitam pekat, kecoklatan, merah bata, kuning, sampai putih tergantung kandungan mineral di dalamnya serta proses kimia yang terjadi.


Oke itulah penjelasan singkat tentang pengertian tanah organik dan anorganik. Mudah-mudahan kalian bisa memahami perbedaan tanah organik dan anorganik secara umum ya ! Lihat juga pengertian taman wisata alam dan contohnya 🙂