PENGERTIAN TESTIMONI DALAM HUKUM


  • Pengertian testimoni dalam hukum itu apa sih ?
  • Apa itu testimoni hukum ? Apa arti kata testimoni hukum ?
  • Apa yang dimaksud dengan testimoni hukum ?

Pengertian Testimoni Hukum


Pengertian Testimoni Hukum Menurut Para Ahli

Arti testimoni hukum adalah :

Pengadilan merupakan tempat dimana seluruh alat bukti diuji untuk mendapatkan keyakinan hakim apakah seorang terdakwa dinyatakan bersalah atau tidak. Di satu sisi jaksa berupaya menghadirkan seluruh alat bukti yang dapat membuktikan terdakwa bersalah dan di sisi lain kuasa hukum berupaya menghadirkan alat bukti dan argumen-argumen penyangkal yang meringankan terdakwa. Tinggal hakim yang akan memutuskan mana yang paling diyakininya.

Dalam dunia hukum ada 5 jenis alat bukti yang dapat digunakan yaitu keterangan ahli, keterangan saksi atau kesaksian, petunjuk, surat, serta keterangan atau pengakuan terdakwa. Kesaksian disebut juga dengan testimoni. Lalu apa pengertian testimoni dalam hukum?

Pengertian testimoni hukum adalah keterangan seseorang yang menyaksikan, mendengar, atau mengalami sendiri suatu peristiwa yang berhubungan dengan kasus yang sedang disidangkan yang disampaikan secara lisan pada persidangan di pengadilan. Seorang saksi harus disumpah untuk berkata dengan benar dan jujur terlebih dahulu sebelum dapat memberikan testimoni atau kesaksiannya di dalam persidangan.

Hampir semua pembuktian tindak pidana di pengadilan menggunakan testimoni saksi disamping menggunakan alat bukti yang lain. Testimoni hukum yang diberikan saksi harus benar-benar berdasarkan apa yang ia saksikan, dengar, atau alami sendiri, bukan berdasarkan pemikiran atau perkiraannya saja.

Dalam pembuktian di pengadilan tidak dapat mengandalkan satu testimoni hukum saja, harus ada testimoni dari saksi lain yang saling berhubungan yang dapat meyakinkan bahwa suatu peristiwa benar-benar terjadi seperti yang disangkakan. Bisa saja hanya mengandalkan testimoni dari satu orang saksi namun harus diperkuat dengan alat bukti lain yang sah seperti surat, petunjuk, pengakuan terdakwa, atau keterangan ahli.

Meskipun seorang saksi telah disumpah bukan berarti hakim dapat serta-merta bersandar pada semua testimoninya. Hakim harus memperhatikan apakah testimoni seorang saksi memiliki kesesuaian atau malah bertentangan dengan saksi lain, apakah testimoni seorang saksi memiliki kesesuaian dengan alat-alat bukti yang lain, adanya alasan yang mungkin menyebabkan saksi memberikan testimoni-testimoni tertentu yang dapat meringankan atau memberatkan terdakwa, serta pribadi saksi seperti nilai-nilai kesusilaan, moral, cara hidup, dan lain sebagainya yang dapat mempengaruhi apakah testimoninya dapat dipercaya atau tidak.


Oke itulah penjelasan pengertian testimoni dalam hukum secara singkat. Mudah-mudahan kalian bisa memahami pengertian testimoni hukum dan contohnya secara umum ya ! Lihat juga pengertian tersirat dan tersurat 🙂