PENGERTIAN TUNANGAN


  • Pengertian tunangan itu apa sih ?
  • Apa itu tunangan ? Apa arti kata tunangan ?
  • Apa yang dimaksud dengan tunangan ?
  • Apa pengertian tunangan dan lamaran ?
  • Apa perbedaan tunangan dan lamaran ?

Pengertian Tunangan


Pengertian Tunangan Menurut Para Ahli

Arti tunangan adalah :

Pengertian tunangan adalah suatu pernyataan keinginan menikah yang disampaikan oleh calon suami kepada calon istri baik secara langsung ataupun melalui perantara keluarga. Apabila kedua pihak laki-laki dan perempuan sudah sepakat untuk saling menerima, maka terjadilah perjanjian untuk melangsungkan pernikahan menikah. Dalam tunangan, calon suami belum berhak atas apapun dari calon istri. Hal ini dikarenakan kedudukan calon istri masih tetap pada perempuan asing bagi calon suami. Namun demikian, calon istri sudah terikat hukum dan sama sekali tidak boleh menerima calon suami lain. (pengertian tunangan menurut Islam oleh Mahmud Bin Jamil, Cairo: Maktabah as-Shofa : 2002)

Pengertian tunangan adalah calon pasangan suami isteri yang telah dibawa rembugan, ke tingkat orang tua kedua belah pihak. Dalam hal ini pihak perempuan sudah dilamar secara resmi, sudah rembug tuwo, tidak hanya antara anak dengan anak saja. Dalam adat Jawa, setelah pihak perempuan dilamar oleh pihak lelaki maka sudah masuk fase tunangan. Meskipun belum nikah, wanita ini sudah dipingit sudah disengker, jadi tidak diperbolehkan dilamar oleh orang lain. (pengertian tunangan dalam bahasa Jawa oleh Sudarto dalam buku Makna Filosofi Bobot, Bibit, Bebet Sebagai Kriteria Untuk Menentukan Jodoh Perkawinan Menurut Adat Jawa : 2010)


Saya yakin hampir semua orang pasti ingin menikah, termasuk para pembaca yang sedang membaca artikel ini. Pernikahan biasanya diawali dengan proses lamaran dan pertunangan untuk meminta izin kepada pihak keluarga perempuan dan mengikat laki-laki/perempuan tersebut sebagai calon suami/istri. Biasanya pada prosesi ini juga dibicarakan mengenai tanggal pernikahan dan persiapan-persiapan menjelang pernikahan.

Dalam bahasa Indonesia istilah tunangan berasal dari kata tunang yang artinya bersepakat untuk menjadi suami istri dan biasanya diumumkan secara resmi kepada khalayak ramai dalam bentuk pesta atau acara tertentu. Tunangan sendiri merupakan sebutan untuk laki-laki/perempuan yang menjadi calon suami/istri.

Makna tunangan secara umum dan yang berlaku di masyarakat juga kurang lebih sama. Pengertian tunangan adalah sebutan untuk seseorang yang menjadi calon suami/istri setelah melalui prosesi lamaran dan pertunangan.

Pertunangan dilakukan setelah adanya lamaran dari pihak keluarga laki-laki kepada pihak keluarga perempuan. Setelah lamaran diterima biasanya dilanjutkan dengan proses pertunangan untuk mengikat laki-laki atau perempuan tersebut sebagai calon suami/istri sehingga jika ada laki-laki lain yang berniat melamar perempuan tersebut dapat mengurungkan niatnya. Kecuali jika pertunangan tersebut batal dan tidak jadi menikah maka si perempuan boleh dilamar kembali oleh laki-laki lain.

Jarak antara pertunangan dan pernikahan biasanya dan sebaiknya tidak terlalu lama. Cukup sekitar satu bulan atau beberapa minggu. Jangan sampai hitungan tahun karena lebih banyak dampak negatif dibandingkan dampak positifnya. Mengapa demikian? Setahun dua tahun merupakan waktu yang lama, bukan tidak mungkin dalam rentang waktu tersebut hati salah satu pihak berubah atau berpaling ke orang lain sehingga pernikahan terancam batal.

Jika sudah batal tentu pihak perempuan dan keluarganya menjadi malu dan semua biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan untuk melangsungkan pertunangan menjadi sia-sia. Selain itu juga dikhawatirkan terjadi pergaulan di luar batas antara si laki-laki dan perempuan karena merasa sudah hampir pasti menjadi suami istri. Padahal sebelum ijab kabul diucapkan keduanya masih berstatus orang lain.

Mungkin kita pernah menghadiri acara pertunangan yang dilakukan besar-besaran, bahkan sudah seperti pesta pernikahan. Hal ini secara umum memang tidak dilarang namun akan lebih baik jika pertunangan dilaksanakan biasa-biasa saja dan cukup dihadiri oleh keluarga dekat kedua belah pihak dan tetangga sekitar. Mengapa demikian? Karena pertunangan yang dilakukan besar-besaran dikhawatirkan akan memberatkan salah satu atau kedua belah pihak. Belum lagi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga pertunangan batal dan tidak jadi menikah sementara pesta pertunangan sudah dilakukan besar-besaran. Pihak keluarga menjadi malu dan pengorbanan tenaga dan biaya yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia.


Oke itulah penjelasan singkat tentang pengertian tunangan dan lamaran. Mudah-mudahan kalian bisa memahami perbedaan tunangan dan lamaran secara umum ya ! Lihat juga pengertian tunawicara 🙂